Rabu, 02 Juli 2014

Obrolan Singkat dengan Teman



       Hari ini mendapat pencerahan dari salah seorang teman, yang menurutku akan berguna bagi kita semua. Jadi aku coba posting dan siapa tahu bermanfaat bagi kita semua, baik yang menulis dan yang membaca. Dari semua obrolan yang kita bincangkan, ada beberapa pertanyaan dan pernyataan yang benar-benar membuatku tertegun dan harus berpikir keras :p .. hhehe
       Mungkin pertanyaan yang oleh sebagian dari kita sulit untuk di jawab secara spontan dan harus berpikir lama dalam menjawabnya. Pertanyaan itu adalah…
  • Apa yang sebenarnya ingin kamu capai dalam hidup ini…? Yang benar-benar ingin kamu capai itu apa…
  • Siapa sih kamu…?
  • Kamu hidup di masa lalu, masa sekarang, atau masa depan…?
      Pertanyaan yang sederhana dan mendasar, tapi menurut temanku pertanyaan itu adalah pertanyaan radikal. Suatu pertanyaan yang benar-benar mengkonfrontir pikiran dan keyakinan kita terhadap diri ini. Karena jawaban kita akan menggambarkan sebenarnya kita memandang diri ini seperti apa dan bagaimana. Apakah seorang calon leader masa depan, calon psikolog, calon politisi tangguh, calon CEO perusahaan besar atau hanya seonggok daging yang bisa bergerak tanpa tahu tujuan yang jelas..? untuk apa dia diciptakan dan untuk apa dia dihidupkan..?
      Dari ketiga pertanyaan tersebut, nomor 3 lah yang paling berkesan untukku. Pertanyaan itu seperti mengingatkan aku, tentang realitas yang sedang aku jalani hari ini. Mengingatkanku bahwa bukan masa lalu atau masa depan tempat kita menjalani kehidupan, tapi bagaimana aku menjalani hari ini dengan baik agar menuliskan sejarah baik untuk masa lalu dan mendekatkan dengan harapanku di masa depan. Dia menjelaskan bahwa manusia memang dibentuk oleh masa lalu yang dijalani, serta masa depan yang diharapkan atau visi yang ingin diwujudkan. Tapi tetap saja masa lalu sudah lewat dan masa depan masih belum tiba, jadi hanya hari ini saja yang benar-benar sedang kita jalani.
       Jadi inget sebuah kalimat yang sering aku dengar tapi jarang aku refleksikan kepada diriku sendiri, “orang yang beruntung adalah orang dengan kualitas diri yang hari ini lebih baik dari hari kemarin,, orang merugi adalah orang dengan kualitas diri yang hari ini sama saja dengan hari kemarin, dan orang celaka adalah orang dengan kualitas diri yang hari ini lebih buruk dari masa yang sudah dilaluinya”…
       Sehingga dari obrolan singkat tersebut, poin yang bisa aku refleksikan adalah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang selalu berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri, berpikir positif tentang situasi dan kondisi yang dialaminya serta yang lebih penting berpikir positif tentang siapa sebenarnya dia dan tujuan penciptaannya. Seperti apapun hambatan dan kendala yang kita hadapi dalam mewujudkan semua itu, sebagai manusia yang dilengkapi dengan berbagai kelebihan dibandingkan mahluk lain, ada baiknya kita tidak hanya menyerahkan segalanya kepada keadaan ketika dalam mewujudkannya tersandung dan terkendala satu dua hal. Seperti apa caranya dan bagaimana bentuknya,, aku rasa setiap orang akan menyikapinya dengan berbeda. Oleh karena itu mari kita bersama-sama memperbaiki diri ini sehingga dapat menjadi generasi yang memiliki continuitas dalam peningkatan kualitas diri yang baik.

Just share with you all, semoga bermanfaat…. Have a nice day  (^_^)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar