Rabu, 25 Juni 2014

Retardasi Mental


Keterbelakangan mental atau yang lebih dikenal dengan retardasi mental (mental retardation) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi kecerdasan yang berada dibawah rata-rata disertai dengan kurangnya kemampuan menyesuaikan diri (perilaku maladaptive), yang mulai tampak pada awal kelahiran. Pada mereka yang mengalami retardasi mental memiliki keterbelakangan atau keterlambatan dalam kecerdasan, adaptasi dan biasanya disertai keterlambatan dalam bahasa.
Luckasson (1992) mengatakan, bahwa mental retardasi adalah bentuk keterbelakangan mental yang sudah tampak sejak masa kanak-kanak yang ditandai dengan disfungsi intelektual dan memiliki taraf intelegensi dibawah rata-rata. Biasanya penderita retardasi mental mengalami kesulitan dalam berbagai aktivitas sehari-hari hingga pada taraf yang lebih paraf seperti adanya defisit kognitif.
Mark Durand dan David H. Barlow (2007) mengatakan bahwa retardasi mental adalah bentuk keterbelakangan fungsi intelektual yang secara signifikan berada di bawah rata-rata yang disertai oleh defisit fungsi adaptasi, seperti kegagalan dalam mengurus diri sendiri dan timbulnya perilaku menentang.

Menurut DSM IV-TR retardasi mental merupakan gangguan fungsi intelektual yang secara signifikan berada dibawah rata-rata dengan skor IQ=70 ataupun kurang. Retardasi mental ditandai dengan adanya defisit atau hendaya dalam fungsi adaptif, seperti bidang komunikasi, mengurus diri, keterampilan social, interpersonal dan keterampilan akademik.
Ciri-ciri Klinis Retardasi Mental
Ø  Orang yang memiliki fungsi intelektual berada di bawah tingkat subaverage (IQ<70)
Ø  Hendaya dalam fungsi adaptif, misalnya kesulitan berkomunikasi, kesulitan dalam mengurus diri, kesulitan membina relasi social, rendahnya kemampuan akademis, kesehatan yang sering terganggu
Ø  Usia onset, yakni timbulnya retardasi mental pada usia 18 tahun. Batasan ini ditetapkan sebagai identifikasi gangguan pada fase-fase perkembangan berikutnya.
Klasifikasi retardasi mental menurut DSM IV-TR
Ø  Retardasi mental ringan (Mild)
Penderita masih bisa mandiri dengan tingkat pengawasan yang minimal dan masih dapat berprestasi secara memadai. Tapi masih sangat tergantung pada pendidikan, pelatihan dan dukungan masyarakat.
Ø  Retardasi mental sedang (Moderate)
Memiliki IQ 36-50, memiliki keterbatasan dan keterlambatan dalam belajar bicara dan keterlambatan dalam perkembangan ADL (activity Daily Living). Dengan adanya pelatihan dan dukungan lingkungan, penderita retardasi mental pada kategori ini masih bisa hidup mandiri dengan taraf keterampilan dan kebutuhan tertentu.
Ø  Retardasi mental berat (Severe)
Memiliki IQ 20-25, memiliki keterampilan komunikasi formal yang terbatas, sehingga tidak pernah bicara lisan dan jika adapun bicaranya hanya sebatas satu atau dua kata. Penderitanya membuthkan bantuan khusus seperti memasang baju, makan, mandi, dst. Tidak memiliki keterampilan akademik
Ø  Retardasi mental sangat berat (Profound)
Memiliki IQ < 19, biasanya tidak dapat berjalanm berbicara ataupun memahami orang lain. Angka harapan hidup anak yang memiliki retardasi mental profound sangat kecil.

Berdasarkan klasifikasi sebelumnya, maka Cipani (1991) membuat batasan pendidikan bagi penderita retardasi mental. Antara lain
Ø  Educable mental retardation
Individu yang memiliki IQ 50-70, meereka masih bisa dilatih, dididik, dan masih bisa mempelajari keterampilan dasar akademik.
Ø  Trainable mental retardation
Individu yang memiliki tignkat skor IQ 30-50, mereka masih dapat dilatih dan dididik, namun tidak secepat mereka yang educable mental retardation.
Ø  Serve mental retardation
Individu yang memiliki tingkat IQ < 30, mereka tidak mampu mengikuti keterampilan dasar, akdemik, dan vokalional. Mereka total tidak bisa dididik dan dilatih.

Sekian dulu,, semoga bermanfaat…    (^_^)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar