Rabu, 04 Mei 2011

Disonansi Kognitif

Pernahkah sahabat di khianati oleh pasangan masing-masing..? Jika pernah apa yang sahabt lakukan..? Perasaan apa yang muncul...? apakah mulai muncul semacam kebimbangan dalam hati sahabat...? Sebenarnya masih cinta tapi benci...( Kayak lagunya Geisha yang  Cinta dan Benci,he)
Jika sahabat mengalami perasaan seperti itu, maka dalam ilmu Psikologi berarti sahabat sedang mengalami Disonansi Kognitif. Disonansi kognitif itu adalah suatu perasaan yang tidak nyaman akibat adanya ketidaksesuaian antara dua sikap atau lebih serta antara sikap dan tingkah laku.
Menurut Leon Festinger (1957), disonansi terjadi apabila terdapat hubungan yang bertolak belakang antara elemen-elemen kognitif dalam diri individu. Hubungan ertolak belakang tersebut, terjadi bila ada penyangkalan antara elemen kognitif yang satu dengan yang lain, misalnya antara sikap positif A terhadap B (A mencintai suaminya B) dan sikap negatif A terhadap perilaku B (B Berselingkuh dengan wanita lain).
Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemui keadaan tidak nyaman ketika menghadapi situasi di mana kita harus berperilaku berbeda dengan sikap yang kita miliki. Biasanya kita harus berperilaku berbeda dengan sikap yang kita miliki. Biasanya kita akan berusaha mengurangi ketidaknyamanan tersebut dengan mnegubah sikap atau perilaku kita. Dengan kata lain, untuk mencapai keseimbangan dalam diri kita.
Tiga jenis mekanisme untuk mengurangi Disonansi Kognitif adalah sebagai berikut (Aronson. 1968; Festinger, 1957):
1.      Mengubah sikap atau perilaku kita menjadi konsisten satu sama lain, dalam hal ini misalnya kita ambil contoh kasus diatas, maka yang perlu dilakukan adalah kita pastikan yang mana perasaan si Istri, tetap cinta atau benci. Jadi pilihannya hanya ada satu.
2.      Mencari infromasi baru yang mendukung sikap atau perilaku untuk menyeimbangkan elemen kognitif yang bertentangan. Misalnya si Istri mencari tahu mengapa suaminya selingkuh dengan wanita yang lain, mungkin ada yang salah dengan si Istri. Dari hal ini diharapkan si Istri mendapat informasi yang mendukung pilihan perasaannya apa tetap cinta atau justru bertambah benci
3.      Trivilization, yaitu mengabaikan atau menganggap ketidaksesuaian antara sikap atau perilaki yang menimbulkan disonansi sebagai swsuatu yang tidak penting. Misalnya si Istri mengabaikan saja perilaku suaminya, atau membiarkan si suami berselingkuh dengan wanita yang lain.
Jadi bagi sahabat sekalian yang membaca tulisan ini, bisa menilai sendiri apakah mengalami disonansi kognitif apa tidak, dan jika mengalami maka sahabat dapat menerapkan 3 alternatif mengurangi rasa tidak nyaman tersebut berdasarkan teori dari Aronson.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar